Menjual Sisir kepada Biksu


Belajar dari membaca tulisan seorang marketing penjual sisir kepada biksu merupakan hal yang sangat menarik untuk di bahas. Tulisan ini saya baca dari Tung Desem Waringin yang di kirim melalui facebook. Di dalam cerita itu di tulis Ada sebuah perusahaan “pembuat sisir” yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru. Kemudian perusahaan itu memasang iklan di surat kabar untuk jabatan tersebut. Akhirnya pada hari yang sudah di tentukan tibalah wawancara bagi para pelamar. Dari jumlah total pelamar yang mencapai ratusan hanya 3 orang yang bertahan saja. Untuk mendapatkan orang yang tepat menduduki posisi tersebut akhirnya perusahaan melalui pewancara memberikan test kemampuan pelamar untuk 10 hari ke depan sebut saja mereka adalah (Mr. A, Mr. B, Mr. C) .Setelah 10 hari mereka memberikan laporan kepada pimpinan wawancara kurang lebih cerita begini…

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
“Berapa banyak yang sudah anda jual?”
Mr. A menjawab: “Hanya SATU.”
Si pewawancara bertanya lagi : “Bagaimana caranya anda menjual?”
Mr. A menjawab:
“Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada
mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan
seorang biksu muda – dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya
yang ketombean.”

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
“Berapa banyak yang sudah anda jual?”
Mr. B menjawab : “SEPULUH buah.”
“Saya pergi ke sebuah wihara dan
memperhatikan banyak peziarah yang
rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara.
Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk
para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang
Buddha.”

Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
“Bagaimana dengan anda?”
Mr. B menjawab: “SERIBU buah!”
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : “Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?”
Mr. C menjawab:
“Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan
beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke
sana.. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, ‘Sifu, saya
melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka
sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.’
Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak
sisir dan memintanya untuk
membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para
peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan
langsung memesan 1,000 buah sisir!”

Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi buat anda yang membaca tulisan ini, pesan moral yang di sampaikan cerita ini adalah bagaimana kita bersikap dan bertutur kata saat menghadapi masalah seperti yang dilakukan (Mr. A, Mr. B, Mr. C). Tentunya kita sepakat bahwa yang dilakukan mr C merupakan hal yang cerdik bahkan yang sangat jarang dilakukan kebanyakan orang tentunya mr A dan B sangat terkejut saat melihat hasil penjualan mr C melebihi mereka karena apa ?  karena kata kata yang di ucapkan mr C  mampu menyentuh hati pimpinan biksu untuk membuat sisir sebagai cindera mata kepada para peziarah dan turis.

Satu pemikiran pada “Menjual Sisir kepada Biksu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s